DEPRESIASI - METODE SALDO MENURUN GANDA (Double declining balance method)

Metode saldo menurun ganda (double declining balance method)

Metode saldo menurun merupakan bentuk yang popular untuk mempercepat depresiasi. Tingkat yang digunakan biasanya dua kali dari tingkat yang digunakan oleh metode garis lurus. Oleh karena itu metode saldo menurun dikenal juga sebagai saldo menurun ganda. Utk penyusutan fiskal menggunakan metode garis lurus dan metode saldo menurun ganda.

Jadi saldo menurun ganda adalah saldo menurun yang menggunakan tarip penyusutan dua kali dari yang digunakan metode garis lurus.

Depresiasi suatu aktiva dilihat dari anggapan bahwa aktiva baru sangat besar peranannya dalam usaha mendapatkan penghasilan, peranan aktiva tersebut semakin lama semakin mengecil seiring dengan semakin tuanya aktiva tersebut. Nilai sisa atau nilai residu tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Satu-satunya metode depresiasi yang menggunakan nilai buku.

Pembelian melewati tanggal 15 bulan berjalan, depresiasi dihitung pada bulan berikutnya.

Rumus Depresiasi Saldo Menurun : = { (100%/umur ekonomis) x 2 } x Nilai Perolehan/Nilai Buku

Metode saldo menurun ganda adalah metode penyusutan dipercepat. Perhitungan saldo menurun ganda tidak mempertimbangkan nilai sisa dalam penyusutan setiap periode Namun, jika nilai buku akan jatuh di bawah nilai sisa, periode terakhir mungkin disesuaikan sehingga berakhir pada nilai sisa. Ketika metode saldo menurun ganda tidak sepenuhnya terdepresiasi aset pada akhir hidupnya, keseimbangan menurun variable metode yang dapat digunakan sebagai gantinya. Dan kemudian metode saldo menurun merupakan bentuk yang popular untuk mempercepat depresiasi. Tingkat yang digunakan biasanya dua kali dari tingkat yang digunakan oleh metode garis lurus.

Rumus despresiasi saldo menurun ganda :

Tarip despresiasi : (100 % : taksiran umur manfaat) x 2

Despresiasi : nilai buku awal tahun x tarip despresiasi

Perhatikanlah bahwa nilai sisa tidak ikut diperhitungkan jika menggunakan metode ini untuk menghitung despresiasi.


Contoh soal :
Pak H memberi asset untuk kantornya seharga Rp 1.750.000, akan memiliki kehidupan 10 tahun dan nilai sisa pada akhir 10 tahun akan menjadi Rp 10.000. Dengan mengunakan metode menurun ganda, hitunglah despresiasinya pada akhir tahun pertama ?

Tarif Penyusutan = (100% : taksiran umur manfaat) x2
= (100 % : 10 thn ) x 2
= 10 x 2 = 20 % per tahun


Despresiasi = nilai buku awal x tarip despresiasi
= 1.750.000 x 0,2
= Rp 350.000 ( despresiasi untuk tahun pertama)



Metode penyusutan saldo menurun ganda (double declining balance method) menghasilkan perhitungan beban penyusutan periodik yang semakin menurun selama estimasi masa manfaat aset tetap. Tingkat penyusutan metode saldo menurun ganda dihitung dengan menggandakan tingkat penyusutan metode garis lurus.

Sebagai ilustrasi, diasumsikan sebuah aset tetap memiliki masa manfaat selama empat tahun. Nilai perolehan aset sebesar Rp 10 juta dengan nilai sisa pada akhir tahun kempat sebesar Rp 1 juta. Maka depreciable cost atau biaya perolehan aset tetap yang dapat disusutkan adalah sebesar Rp 9 juta.

Tingkat penyusutan per tahun :

Tingkat penyusutan metode saldo menurun ganda
= tingkat penyusutan metode garis lurus X 2
= (1/4) X 2 = 25% X 2 = 50%

Untuk tahun pertama, biaya penyusutan diperoleh dengan menghitung biaya perolehan aset tetap dikalikan dengan tingkat penyusutan saldo menurun ganda. Contoh biaya penyusutan tahun pertama adalah sebesar Rp 10 juta dikalikan 50%, atau sebesar Rp 5 juta.

Setelah tahun pertama, biaya penyusutan per tahun diperoleh dengan menghitung nilai buku aset tetap, yaitu biaya perolehan aset tetap dikurangi akumulasi penyusutan tahun bersangkutan, untuk kemudian dikalikan dengan tingkat penyusutan saldo menurun ganda. Contoh biaya penyusutan tahun kedua adalah sebesar (Rp 10 juta – Rp 5 juta) dikalikan 50%, atau sebesar Rp 5 juta dikalikan 50% atau sama dengan Rp 2,5 juta.
   Th
Biaya Perolehan
Akumulasi Penyusutan pada Awal Tahun
Nilai Buku pada Awal Tahun
Tingkat Saldo Menurun Ganda
Penyusutan
Nilai Buku pada Akhir Tahun
1
10.000.000
0
10.000.000
50%
5.000.000
5.000.000
2
10.000.000
5.000.000
5.000.000
50%
2.500.000
2.500.000
3
10.000.000
7.500.000
2.500.000
50%
1.250.000
1.250.000
4
10.000.000
8.750.000
1.250.000
-
250.000
1.000.000

Catatan penting :
Berbeda dengan cara perhitungan metode garis lurus, pada proses perhitungan biaya penyusutan menggunakan metode saldo menurun ganda, nilai sisa tidak diperhitungkan. Jadi biaya penyusutan tahun pertama adalah Rp 10 juta X 50%, bukan (Rp 10 juta – Rp 1 juta) X 50%.

Akan tetapi, pada tahun akhir, aset tetap tidak perlu disusutkan di bawah nilai sisa. Dalam contoh di atas, penyusutan tahun keempat adalah Rp 250.000 (nilai buku pada awal tahun – nilai sisa = Rp 1.250.000 – Rp 1.000.000 = Rp 250.000), bukan Rp 625.000 (Rp 1.250.000 X 50% = Rp 625.000).

Dalam contoh di atas, asumsi sederhana yang digunakan adalah bahwa aset tetap tersebut diperoleh dan digunakan mulai awal tahun pertama (1/Jan).

Contoh jika diasumsikan bahwa aset tetap mulai diperoleh pada 1/April :
Th
BiayaPerolehan
Akumulasi Penyusutan pada Awal Tahun
Nilai Buku pada Awal Tahun
Tingkat Saldo Menurun Ganda
Penyusutan
Nilai Buku pada Akhir Tahun
1 (9/12)
10.000.000
0
10.000.000
50%
3.750.000
6.250.000
2
10.000.000
3.750.000
6.250.000
50%
3.125.000
3.125.000
3
10.000.000
6.875.000
3.125.000
50%
1.562.500
1.562.500
4
10.000.000
8.437.500
1.562.500
-
562.500
1.000.000
5 (3/12)
10.000.000
9.000.000
1.000.000
-
-
1.000.000



Share on Google Plus

About Octa Dandy Saiyar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

36 komentar:

  1. mau tanya dunggg,,, kenapa untuk metode double declining ini tidak dikurangi nilai residu? Alasan logika atau menurut PSAK apa yaaa???? udah cari kemana2 gak nemu2 juga nieh jawabannya,,, plz balas,,, Makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Nilai sisa atau nilai residu tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Satu-satunya metode depresiasi yang menggunakan nilai buku. " << ini kan .

      1. Since double-declining-balance depreciation does not always depreciate an asset fully by its end of life, some methods also compute a straight-line depreciation each year, and apply the greater of the two. (Wikipedia)

      Referensi :
      Accounting
      Kieso, Donald E; Weygandt, Jerry J.; and Warfield, Terry D.: Intermediate Accounting, Chapter 11. ISBN 978-0-471-44896-9.
      Financial Accounting Standards Board (U.S.) Accounting Standards Codification 360-10-35. Available for free browsing access with registration.
      International Financial Reporting Standards IAS 16

      Semoga Mendapatkan Jawaban Nya. :)

      Hapus
  2. mau tanya ni arti dari perhitungan dua kali / double account itu apa yaa?? makasii..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menghitung dua kali ?

      Double counting in accounting is an error whereby a transaction is counted more than once, for whatever reason. But in social accounting it also refers to a conceptual problem in social accounting practice, when the attempt is made to estimate the new value added by Gross Output, or the value of total investments.

      Artinya : dua kali hitung berarti ada dua akun bgtu gan?, kalau transaksi di hitung lebih sekali berarti ada yg salah (error) atau ada kesengajaan ( Fraud , c/o : window dressing, lapping, kitting). Kecuali ini Double Entry Bookeeping ( http://id.wikipedia.org/wiki/Pembukuan_berpasangan ) sudah berbeda arti nya :),


      Hapus
  3. kalau soalnya begini :
    sebuah peralatan di beli tgl 1 sep 2011 seharga 110.000.000
    jika umur ekonomis 20th tanpa nilai residu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perhatikan Detail Tie In Soal :
      1) di karenakan di mulai tgl 1 sep 2011 ( di bawah 15 hari) jadi di hitung = 3/12 x 10%. = 2,5 % di tabel tahun pertama (Aplikasikan contoh soal di atas).
      Tarif Penyusutan (10%) = 100% : 20 x 2
      2) Akhir tahun 1 sep 2031 di hitung = 9/12 x 10% = 7,5% di tabel tahun akhir ( aplikasikan contoh soal di atas )

      ---
      ASUMSI :

      Contoh Jawaban dari Aplikasi Soal di atas jika di mulai dari [ 1 Januari 2011 ]

      dan Mata uang USD


      Ditanya : Double Declining Balance Depreciation Schedule Year Ended 31 Dec 2031

      Dik :
      Cost: $110,000,000.00, Salvage: $0.00, Life: 20 years , First Year: 12 months

      Keterangan tabel :
      A) Year
      B) Book Value Year Start
      C) Depreciation Percent
      D) Depreciation Expense
      E) Accumulated Depreciation
      F) Book Value Year End

      Jawab :

      Double Declining Balance Depreciation Schedule
      Year Ended 31 Dec 2031

      A B C D E F

      1 $110,000,000 10.00% $11,000,000 $11,000,000 $99,000,000
      2 $99,000,000 10.00% $9,900,000 $20,900,000 $89,100,000
      3 $89,100,000 10.00% $8,910,000 $29,810,000 $80,190,000
      4 $80,190,000 10.00% $8,019,000 $37,829,000 $72,171,000
      5 $72,171,000 10.00% $7,217,100 $45,046,100 $64,953,900
      6 $64,953,900 10.00% $6,495,390 $51,541,490 $58,458,510
      7 $58,458,510 10.00% $5,845,851 $57,387,341 $52,612,659
      8 $52,612,659 10.00% $5,261,266 $62,648,607 $47,351,393
      9 $47,351,393 10.00% $4,735,139 $67,383,746 $42,616,254
      10 $42,616,254 10.00% $4,261,625 $71,645,372 $38,354,628
      11 $38,354,628 10.00% $3,835,463 $75,480,834 $34,519,166
      12 $34,519,166 10.00% $3,451,917 $78,932,751 $31,067,249
      13 $31,067,249 10.00% $3,106,725 $82,039,476 $27,960,524
      14 $27,960,524 10.00% $2,796,052 $84,835,528 $25,164,472
      15 $25,164,472 10.00% $2,516,447 $87,351,975 $22,648,025
      16 $22,648,025 10.00% $2,264,802 $89,616,778 $20,383,222
      17 $20,383,222 10.00% $2,038,322 $91,655,100 $18,344,900
      18 $18,344,900 10.00% $1,834,490 $93,489,590 $16,510,410
      19 $16,510,410 10.00% $1,651,041 $95,140,631 $14,859,369
      20 $14,859,369 10.00% $1,485,937 $96,626,568 $13,373,432


      p.s : aplikasikan sesuai keterangan soal yg di punya dengan contoh tabel di atas perihal mengenai awal/akhir tahun (detail tie in) nya.


      Hapus
    2. ka, itu ko 3/12x10% bukan 4/12x10% maap necro.

      Hapus
  4. maaf mau tanya ini referensi ny dari mna ya?

    BalasHapus
  5. kalau ada soal yang penyusutannya 150% saldo menurun gimana?

    BalasHapus
  6. #Dian Andani : c/o Hitungan untuk penyusutan 150% repository.binus.ac.id/content/A0032/A003267957.ppt‎

    #Ryan Septiawan : Ini postingan catatan waktu perkuliahan. :)

    BalasHapus
  7. mau tanya gan, klo lihat contoh diatas perhitungan penyusutan dengan metode saldo menurun di akhir tahun ke 4 masih ada sisa saldo 1jt, sisa saldo tersebut kita akui sebagai nilai sisa atau bagaimana ? terimakasih gan.

    BalasHapus
  8. kalo untuk hitung depresiasi untuk kesehatan (pelayanan kesehatan/rumah sakit)?

    BalasHapus
  9. A : Di dalam tabel >> "Nilai Buku Pada Akhir Tahun" sesuai keterangan untuk sisa asset di table terlampir (1jt). Di telusuri detail tie in arti Nilai Buku ( Book Value ) ada jawaban na. :)

    A: Depresiasi Untuk kesehatan ( pelaanan kesehatan/rumah sakit) -

    " If you bite into an apple, eventually that bite will turn brown; this brown is analogous to depreciation. Put another way, it is the concept behind the way bookkeepers account for the wear and tear on equipment. The IRS recommends the use of MACRS (Modified Accelerated Cost Recovery System), which is an accelerated depreciation methodology to account for the use of the medical equipment over its specified lifetime. "

    Terjemahan singkat : Kalau sesuai analogi apel di atas, jika ada asset seperti itu, maka terjadi depresiasi. Dan untuk menghitung sesuai saran IRS dengan metode MACRS, dimana nilai lifetime na di spesifikasikan.


    BalasHapus
  10. Perusahaan shinta membeli dan memasang karpet dikantor barunya pada tanggal 29 maret dengan jumlah biaya sebesar rp.48.000.000 . Karpet tersebut memiliki kegunaan 15 thn dan tidak memiliki nilai residu. Buatlah ayat jurnal untuk mencata pembelian dan ayat jurnal penyesuaian untuk beban penyusutan swbagian tahun dengan metode garis lurus.
    Tolong bantu jawab ya terima kasih

    BalasHapus
  11. #AnaAnistya : Untuk metode garis lurus ada contoh soal di url ini : [ http://akuntansifile.blogspot.com/2011/11/depresiasi-metode-penyusutan-garis.html#.VWwcM9Kqqko ] , semoga dapat membantu. thx b4

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum, saya mau bertanya. Tadi diatas sudah dijelaskan, bahwa bedanya saldo menurun berganda dengan garis lurus yaitu, ketika akhir tahun tidak perlu disusutkan di bawah nilai sisa. Sehingga pada akhir tahun, (nilai buku pada awal tahun – nilai sisa).
    Yang mau sy tanyakan, bagaimana bila tidak diketahui berapa nilai sisa nya?
    Mohon bantuannya. Trims :)

    BalasHapus
  13. Kak kalo ini gimana
    Pada tanggal 1 Juli 2009, dibeli sebuah mesin dengan harga Rp 21.000.000 dengan nilai residu Rp 1.000.000 dan umur ekonomis 5 tahun (Penyusutan metode : Double decline). Pada tanggal 2 April 2011, mesin tersebut ditukar dengan mesin sejenis dengan harga Rp 15.000.000 dan kas yang dibayarkan Rp 1.000.000.

    BalasHapus
    Balasan
    1. #Elin - Yang di pertanyakan dimana (?), nilai di akhir tahun ke 5 kah? atau "saat" di tukar dengan mesin sejenis, asumsi rugi atau untung kah saat ditukar bgtu? ... tQ

      Hapus
  14. Kak kalo ini gimana
    Pada tanggal 1 Juli 2009, dibeli sebuah mesin dengan harga Rp 21.000.000 dengan nilai residu Rp 1.000.000 dan umur ekonomis 5 tahun (Penyusutan metode : Double decline). Pada tanggal 2 April 2011, mesin tersebut ditukar dengan mesin sejenis dengan harga Rp 15.000.000 dan kas yang dibayarkan Rp 1.000.000.

    BalasHapus
  15. Kak kalo ini gimana
    Pada tanggal 1 Juli 2009, dibeli sebuah mesin dengan harga Rp 21.000.000 dengan nilai residu Rp 1.000.000 dan umur ekonomis 5 tahun (Penyusutan metode : Double decline). Pada tanggal 2 April 2011, mesin tersebut ditukar dengan mesin sejenis dengan harga Rp 15.000.000 dan kas yang dibayarkan Rp 1.000.000.

    BalasHapus
  16. terima kasih... sangat membantuku dalam mengerjakan tugas kuliah saya.

    BalasHapus
  17. mas kalau UE aset hanya 2 tahun, mengitung tarif saldo menurun bergandanya gimana ya ?

    BalasHapus
  18. Jika kendaraan yg dibeli pada tgl 17 desember apakah pada tahun pertama dilakukan perhitungan penyusutan ?

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  20. kak aku mau nanya : suatu perusahan memiliki meja kantor yang bernilai sebesar Rp.11.250.000 setelah berusia 5 tahun berapakan nilai asset tersebut? dan berapakah nilai untuk komputer setelah berusia 2 tahun yang memiliki nilai perolehan Rp.4.500.000?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di soal atau kebijakan perusahaan, ada informasi tarif depresiasi nya?

      Hapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  22. Maaf Om mau tnya

    Kendaraan terdiri dari kijang yg dibeli thn 2010 senilai Rp.45.000.000 dan kendaraan Isuzu pickup yg dibeli thn 2011 senilai Rp.90.000.000 kendaraan ini dikelompokkan dalam golongan 2. Komputer senilai rp.12.000.000 dibeli thn 2011 dan dikelompokkan dalam golongan 2. Perlengkapan kantor senilai Rp.7.500.000 dibeli thn 2011

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, Boleh tanya mba? itu ada 4 Aset yang terdepresiasi tetapi tidak di cantumkan masing masing Taksiran Umur Manfaat (Tahun), apa ada informasi terkait ini, mungkin dari regulasi PMK terkait golongan asset tsb ?? trims.

      Hapus
  23. Maaf gan mau bertanya, Metode Saldo Menurun Ganda ini memperhatikan tgl perolehan, diatas tgl 15 disusutkan bulan depan.
    Boleh tau hal tersebut dasar/refrensi nya diambil dr mana ya?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam akuntansi, banyak terjadi pembelian aktiva tetap yang tidak dilakukan pada awal tahun buku perusahaan, melainkan pada saat-saat tertentu selama periode berjalan. Apabila pembelian aktiva dilakukan sebelum tanggal 15, maka pembelian aktiva tersebut akan dianggap seolah-olah telah terjadi untuk satu bulan penuh, dengan kata lain pembelian akan dianggap terjadi pada hari pertama dari bulan tersebut. Dalam hal ini, perusahaan akan menghitung besarnya penyusutan atas aktiva untuk keseluruhan bulan bersangkutan. Namun untuk pembelian aktiva yang dilakukan pada tanggal 15 atau sesudahnya, akan dianggap seolah-olah sebagai pembelian yang terjadi pada awal bulan berikutnya, dengan kata lain pembelian akan dianggap terjadi pada hari pertama dari bulan berikutnya. Dalam hal ini, perusahaan juga akan tetap menghitung besarnya penyusutan atas aktiva untuk keseluruhan bulan, hanya saja baru akan diperhitungkan mulai untuk bulan berikutnya. Metode penyusutan yang digunakan untuk tujuan pembukuan dapat berbeda dengan metode yang digunakan untuk tujuan perpajakan.

      Hapus
  24. Mohon maaf bisa dibantu memberikan refrensi dasar nya jika asset diatas tgl 15 ikut periode selanjutnya...
    Terima kasih

    BalasHapus